Senin, 20 Oktober 2014

Siapakah Dajjal ????

An-Nawwas bin Sim’an r.a berkata: Pada
suatu pagi Rasulullah s.a.w
menyampaikan hal ehwal Dajjal. Kadang-
kadang suara baginda terdengar
mendatar dan kadang-kadang keras,
sehingga kami mengira Dajjal berada di
sekitar kebun Madinah. Ketika kami
kembali, baginda mengetahui ada sesuatu
yang sedang kami fikirkan. Baginda
bertanya: Ada apa dengan kalian? Kami
menjawab: Wahai Rasulullah s.a.w, pagi
tadi engkau menyebut perihal Dajjal,
kadang-kadang suaramu terdengar
mendatar dan kadang-kadang keras,
sehingga kami mengira Dajjal berada di
sekitar kebun yang ada di sini. Baginda
bersabda: Bukan Dajjal yang paling aku
takutkan akan memperdayai kalian, sebab
jika Dajjal muncul di saat aku masih
hidup, maka aku akan mengatasinya
langsung dan menjaga kalian darinya. Dan
jika ia muncul ketika aku telah tiada,
maka setiap orang akan dapat
mengatasinya dengan mudah, Allah
lah yang akan mengambil perananku
untuk menjaga setiap muslim.
Sesungguhnya saat muncul, Dajjal
adalah seorang pemuda berambut
sangat kerinting, matanya menonjol
keluar , seperti mirip dengan Abdul ‘Uzza
bin Qathan. Barangsiapa di antara kalian
yang melihatnya, maka hendaknya
membacakan ayat-ayat pertama surah Al-
Kahfi. Ia muncul di sebuah jalan yang
terletak antara Syam dan Iraq, lalu
membuat kerosakan di kanan dan di kiri.

Wahai hamba-hamba Allah, bertahanlah.
Kami bertanya: Wahai Rasulullah, berapa
lama dia tinggal di bumi? Baginda
menjawab: Empat puluh hari. Sehari
seperti setahun, sehari lagi seperti
sebulan, sehari lagi seperti seminggu dan
hari-hari yang lainnya sana seperti hari-
hari yang biasa kamu alami. Kami berkata:
Wahai Rasulullah, tentang satu hari yang
sama seperti setahun, apakah kami cukup
melakukan solat seperti hari biasa (lima
kali sepanjang tahun)? Baginda
menjawab: Tidak, akan tetapi
perkirakanlah jarak waktunya.
Kami berkata: Wahai Rasulullah,
bagaimana kecepatan perjalanan Dajjal di
bumi? Baginda menjawab: Seperti hujan
yang ditiup angin. Dajjal mendatangi
sesuatu kaum dan mengajak mereka agar
menjadi pengikutnya. Mereka pun
beriman dengannya dan mahu menjadi
pengikutnya. Saat itu juga Dajjal
menyuruh awan untuk menurunkan
hujan , maka turunlah hujan, dan
menyuruh bumi untuk menumbuhkan
tanam-tanaman sehingga haiwan-haiwan
peliharaan kaum tersebut bertambah
besar, susunya bertambah banyak dan
badannya bertambah gemuk.
Kemudian Dajjal mendatangi kaum yang
lain, dia mengajak mereka agar menjadi
pengikutnya, tapi mereka menolak.
Setelah Dajjal meninggalkan mereka, maka
pada pagi harinya tanah mereka menjadi
kering dan harta mereka musnah. Dajjal
melewati tempat peninggalan yang lama,
lalu berkata: Keluarkanlah harta yang
terpendam di tanahmu! Maka keluarlah
harta Qarun yang terpendam di dalamnya
dan mengikuti Dajjal seperti lebah-lebah
jantan yang mengikuti ratunya.
Setelah itu Dajjal memanggil seorang anak
muda belia, lalu menebaskan pedangnya
ke arah tubuh pemuda tersebut hingga
terbelah menjadi dua dengan tepat sekali.

Setelah pemuda itu dihidupkan kembali,
Dajjal memanggilnya lagi dan
mengajaknya agar menjadi pengikutnya.
Sang pemuda hanya menghadap
kepadanya dengan wajah yang tampak
tegar dan ketawa. [Dalam hadith lain
dikisahkan bahawa setelah pemuda itu
dihidupkan, maka dia lebih yakin bahawa
Dajjal itu pembohong yang besar lalu
diberitahu kepada orang ramai akan siapa
Dajjal. Pemuda itu akhirnya dicampakkan
ke dalam kobaran api yang disangkakan
oleh pengikut Dajjal adalah neraka,
padahal pemuda itu masuk syurga].

Dalam keadaan seperti itulah Allah Ta’ala
mengirimkan Isa a.s putera Maryam. Isa
turun di Manarah Baidha’ yang
terletak di sebelah timur Kota
Damaskus dengan memakai dua
pakaian yang dicelup. Dia meletakkan
tangannya di celah-celah sayap dua
malaikat. Jika Isa menundukkan
kepalanya, maka titik-titik air jatuh
darinya dan apabila mengangkat tegak
kepalanya, maka bercucurlah air darinya
seperti butir-butir mutiara yang jatuh.
Setiap orang kafir yang merasakan
hembusan nafasnya akan mati padahal
hembusan nafasnya menyebar sejauh
mata memandang. Isa mengejar Dajjal
sampai menemukannya di daerah Bab
Ludd dan membunuhnya di
sana. Kemudian Isa mendatangi suatu
kaum yang telah dijaga oleh Allah dari
kejahatan Dajjal. Isa mengusap wajah
mereka dan menerangkan kedudukan-
kedudukan mereka di syurga. Dalam
keadaan seperti itu Allah mewahyukan
kepada Isa a.s: “Sesungguhnya Aku telah
mengeluarkan hamba-hambaKu (manusia)
yang sangat kuat sehingga tidak ada yang
sanggup berperang melawan mereka.

Kerana itu, bawalah hamba-hambaKu
yang taat ke gunung Thur dan
berlindunglah di sana.”
Allah mengeluarkan Yakjuj dan
Makjuj. Mereka bergerak dengan
cepat dari segala arah. Kelompok
mereka yang berada di garis depan
melewati danau Thabariyah dan meminum
airnya. Ketika kelompok di garis belakang
tiba, mereka berkata: Sebelumnya danau
ini masih penuh dengan air.
Nabi Isa dan para pengikutnya dikepung.
Keadaan mereka semakin memprihatinkan
sehingga satu kepala lembu yang ada di
tangan mereka lebih berharga dari seratus
dinar yang ada di tangan kalian saat
ini. Nabi Isa a.s dan para pengikutnya
berdoa kepada Allah Ta’ala. Maka
Allah menjadikan ulat pada leher
Yakjuj dan Makjuj sehingga esoknya
mereka semua mati sekaligus.
Isa a.s dan para pengikutnya turun dari
gunung, tapi seluruh tempat di daerah
tersebut penuh dengan mayat dan
menyebarkan bau busuk yang menyengat.
Nabi Isa a.s dan para pengikutnya berdoa
kepada Allah Ta’ala, maka Allah
mengirimkan burung-burung besar
seperti leher unta yang mengambil
mayat-mayat bangsa Yakjuj dan
Makjuj dan melemparkannya di tempat-
tempat yang dikehendaki Allah. Lalu Allah
menurunkan hujan yang sangat deras dan
meliputi seluruh kota dan pendalaman
sehingga tanah menjadi bersih dan licin.
Kemudian dikatakan kepada bumi:
Keluarkanlah buahmu dan kembalikan
berkahmu.
Di masa itu sekelompok masyarakat boleh
memakan buah delima dan menggunakan
kulitnya untuk melindungi kepala dari
sengatan matahari. Susu pun menjadi
berkah sehingga susu seekor unta cukup
untuk diminum oleh sekelompok
masyarakat. Susu seekor lembu cukup
untuk diminum oleh satu kabilah (suku)
dan susu seekor kambing cukup diminum
oleh sekelompok keluarga besar. Dalam
keadaan seperti itu, tiba-tiba Allah
mengirimkan angin yang sangat
menyegarkan dan menghembus di bawah
ketiak mereka. Bersamaan dengan
hembusannya, Malaikat mencabut nyawa
setiap orang mukmin dan muslim,
sehingga yang tersisa di bumi adalah
orang-orang yang bergelumang dengan
dosa. Mereka biasa berzina di tempat
terbuka seperti keldai. merekalah yang
mengalami kejadian Hari Kiamat.
(Hadith Riwayat Muslim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar