Selasa, 28 Oktober 2014

Kisah Nabi Idris AS Nelihat Syurga & Neraka

Setiap hari Malaikat Izrael dan Nabi
Idris beribadah bersama. Suatu kali,
sekali lagi Nabi Idris mengajukan
permintaan. “Bisakah engkau
membawa saya melihat surga dan
neraka?”

“Wahai Nabi Allah, lagi-lagi
permintaanmu aneh,” kata Izrael.
Setelah Malaikat Izrael memohon izin
kepada Allah, dibawanya Nabi Idris
ke tempat yang ingin dilihatnya.

“Ya Nabi Allah, mengapa ingin
melihat neraka? Bahkan para
Malaikat pun takut melihatnya,” kata
Izrael.

“Terus terang, saya takut sekali
kepada Azab Allah itu. Tapi mudah-
mudahan, iman saya menjadi tebal
setelah melihatnya,” Nabi Idris
menjelaskan alasannya.

Waktu mereka sampai ke dekat
neraka, Nabi Idris langsung pingsan.
Penjaga neraka adalah Malaikat
yang sangat menakutkan. Ia
menyeret dan menyiksa manusia-
manusia yang durhaka kepada Allah
semasa hidupnya. Nabi Idris tidak
sanggup menyaksikan berbagai
siksaan yang mengerikan itu. Api
neraka berkobar dahsyat, bunyinya
bergemuruh menakutkan, tak ada
pemandangan yang lebih
mengerikan dibanding tempat ini.

Dengan tubuh lemas Nabi Idris
meninggalkan tempat yang
mengerikan itu. Kemudian Izrael
membawa Nabi Idris ke surga.
“Assalamu’alaikum…” kata Izrael
kepada Malaikat Ridwan, Malaikat
penjaga pintu surga yang sangat
tampan.

Wajah Malaikat Ridwan selalu
berseri-seri di hiasi senyum ramah.
Siapapun akan senang
memandangnya. Sikapnya amat
sopan, dengan lemah lembut ia
mempersilahkan para penghuni surga
untuk memasuki tempat yang mulia
itu.

Waktu melihat isi surga, Nabi Idris
kembali nyaris pingsan karena
terpesona. Semua yang ada di
dalamnya begitu indah dan
menakjubkan. Nabi Idris terpukau
tanpa bisa berkata-kata melihat
pemandangan sangat indah di
depannya. “Subhanallah,
Subhanallah, Subhanallah…” ucap
Nabi Idris beulang-ulang.

Nabi Idris melihat sungai-sungai
yang airnya bening seperti kaca. Di
pinggir sungai terdapat pohon-
pohon yang batangnya terbuat dari
emas dan perak. Ada juga istana-
istana pualam bagi penghuni surga.
Pohon buah-buahan ada disetiap
penjuru. Buahnya segar, ranum dan
harum.

Waktu berkeliling di sana, Nabi Idris
diiringi pelayan surga. Mereka
adalah para bidadari yang cantik
jelita dan anak-anak muda yang
amat tampan wajahnya. Mereka
bertingkah laku dan berbicara
dengan sopan.

Mendadak Nabi Idris ingin minum air
sungai surga. “Bolehkah saya
meminumnya? Airnya kelihatan sejuk
dan segar sekali.”
“Silakan minum, inilah minuman untuk
penghuni surga.” Jawab Izrael.
Pelayan surga datang membawakan
gelas minuman berupa piala yang
terbuat dari emas dan perak. Nabi
Idris pun minum air itu dengan
nikmat. Dia amat bersyukur bisa
menikmati air minum yang begitu
segar dan luar biasa enak. Tak
pernah terbayangkan olehnya ada
minuman selezat itu. “Alhamdulillah,
Alhamdulillah, Alhamdulillah,” Nabi
Idris mengucap syukur berulang-
ulang.

Setelah puas melihat surga, tibalah
waktunya pergi bagi Nabi Idris untuk
kembali ke bumi. Tapi ia tidak mau
kembali ke bumi. Hatinya sudah
terpikat keindahan dan kenikmatan
surga Allah.
“Saya tidak mau keluar dari surga
ini, saya ingin beribadah kepada
Allah sampai hari kiamat nanti,” kata
Nabi Idris.

“Tuan boleh tinggal di sini setelah
kiamat nanti, setelah semua amal
ibadah di hisab oleh Allah, baru tuan
bisa menghuni surga bersama para
Nabi dan orang yang beriman
lainnya,” kata Izrael.

“Tapi Allah itu Maha Pengasih,
terutama kepada Nabi-Nya. Akhirnya
Allah mengkaruniakan sebuah tempat
yang mulia di langit, dan Nabi Idris
menjadi satu-satunya Nabi yang
menghuni surga tanpa mengalami
kematian. Waktu diangkat ke tempat
itu, Nabi Isris berusia 82 tahun.

Firman Allah:
“Dan ceritakanlah Idris di dalam Al-
Qur’an. Sesungguhnya ia adalah
orang yang sangat membenarkan
dan seorang Nabi, dan kami telah
mengangkatnya ke martabat yang
tinggi.” (QS Al-Anbiya:85-86).
***
Pada saat Nabi Muhammad sedang
melakukan perjalanan Isra’ Mi’raj ke
langit, beliau bertemu Nabi Idris.
“Siapa orang ini? Tanya Nabi
Muhammad kepada Jibril yang
mendampinginya waktu itu.
“Inilah Idris,” jawab Jibril. Nabi
Muhammad mendapat penjelasan
Allah tentang Idris dalam Al-Qur’an
Surat Al-Anbiya ayat 85 dan 86,
serta Surat Maryam ayat 56 dan 57.

Minggu, 26 Oktober 2014

Cara Berobat Dengan Menggunakan Kartu BPJS Kesehatan

1.Pastikan anda membawa kartu
BPJS anda lalu ke puskesmas
terdekat dan jika sakit anda hanya
kategori ringan dan bisa diobati
dipuskesmas maka pihak puskesmas
tidak memberi rujukan ke rumah
sakit

2.Jika penyakit anda kategori berat
artinya tidak bisa diobati
dipuskesmas atau dokter maka
pihak puskesmas akan memberi
rujukan ke rumah sakit yang
bekerja sama dengan BPJS.
Jadi intinya anda tidak bisa
berobat di rumah sakit jika anda
tidak mendapat rujukan dari
puskesmas atau klinik (kecuali
bayar)

Selasa, 21 Oktober 2014

Ki Balap (Kisah Kyai Ahmad)

Oke Yang Mau Dengerin Ceramah Dari Kyai Balap, Langsung Aja Sedot, Pilih Link di bawah ini, kemudian pilih Copy, lalu di paste di pencarian URL
http:// www.4shared.com/folder/T2tafcns/Ki_Balap_-_Kisah_Kyai_Ahmad.html

Senin, 20 Oktober 2014

Siapakah Dajjal ????

An-Nawwas bin Sim’an r.a berkata: Pada
suatu pagi Rasulullah s.a.w
menyampaikan hal ehwal Dajjal. Kadang-
kadang suara baginda terdengar
mendatar dan kadang-kadang keras,
sehingga kami mengira Dajjal berada di
sekitar kebun Madinah. Ketika kami
kembali, baginda mengetahui ada sesuatu
yang sedang kami fikirkan. Baginda
bertanya: Ada apa dengan kalian? Kami
menjawab: Wahai Rasulullah s.a.w, pagi
tadi engkau menyebut perihal Dajjal,
kadang-kadang suaramu terdengar
mendatar dan kadang-kadang keras,
sehingga kami mengira Dajjal berada di
sekitar kebun yang ada di sini. Baginda
bersabda: Bukan Dajjal yang paling aku
takutkan akan memperdayai kalian, sebab
jika Dajjal muncul di saat aku masih
hidup, maka aku akan mengatasinya
langsung dan menjaga kalian darinya. Dan
jika ia muncul ketika aku telah tiada,
maka setiap orang akan dapat
mengatasinya dengan mudah, Allah
lah yang akan mengambil perananku
untuk menjaga setiap muslim.
Sesungguhnya saat muncul, Dajjal
adalah seorang pemuda berambut
sangat kerinting, matanya menonjol
keluar , seperti mirip dengan Abdul ‘Uzza
bin Qathan. Barangsiapa di antara kalian
yang melihatnya, maka hendaknya
membacakan ayat-ayat pertama surah Al-
Kahfi. Ia muncul di sebuah jalan yang
terletak antara Syam dan Iraq, lalu
membuat kerosakan di kanan dan di kiri.

Wahai hamba-hamba Allah, bertahanlah.
Kami bertanya: Wahai Rasulullah, berapa
lama dia tinggal di bumi? Baginda
menjawab: Empat puluh hari. Sehari
seperti setahun, sehari lagi seperti
sebulan, sehari lagi seperti seminggu dan
hari-hari yang lainnya sana seperti hari-
hari yang biasa kamu alami. Kami berkata:
Wahai Rasulullah, tentang satu hari yang
sama seperti setahun, apakah kami cukup
melakukan solat seperti hari biasa (lima
kali sepanjang tahun)? Baginda
menjawab: Tidak, akan tetapi
perkirakanlah jarak waktunya.
Kami berkata: Wahai Rasulullah,
bagaimana kecepatan perjalanan Dajjal di
bumi? Baginda menjawab: Seperti hujan
yang ditiup angin. Dajjal mendatangi
sesuatu kaum dan mengajak mereka agar
menjadi pengikutnya. Mereka pun
beriman dengannya dan mahu menjadi
pengikutnya. Saat itu juga Dajjal
menyuruh awan untuk menurunkan
hujan , maka turunlah hujan, dan
menyuruh bumi untuk menumbuhkan
tanam-tanaman sehingga haiwan-haiwan
peliharaan kaum tersebut bertambah
besar, susunya bertambah banyak dan
badannya bertambah gemuk.
Kemudian Dajjal mendatangi kaum yang
lain, dia mengajak mereka agar menjadi
pengikutnya, tapi mereka menolak.
Setelah Dajjal meninggalkan mereka, maka
pada pagi harinya tanah mereka menjadi
kering dan harta mereka musnah. Dajjal
melewati tempat peninggalan yang lama,
lalu berkata: Keluarkanlah harta yang
terpendam di tanahmu! Maka keluarlah
harta Qarun yang terpendam di dalamnya
dan mengikuti Dajjal seperti lebah-lebah
jantan yang mengikuti ratunya.
Setelah itu Dajjal memanggil seorang anak
muda belia, lalu menebaskan pedangnya
ke arah tubuh pemuda tersebut hingga
terbelah menjadi dua dengan tepat sekali.

Setelah pemuda itu dihidupkan kembali,
Dajjal memanggilnya lagi dan
mengajaknya agar menjadi pengikutnya.
Sang pemuda hanya menghadap
kepadanya dengan wajah yang tampak
tegar dan ketawa. [Dalam hadith lain
dikisahkan bahawa setelah pemuda itu
dihidupkan, maka dia lebih yakin bahawa
Dajjal itu pembohong yang besar lalu
diberitahu kepada orang ramai akan siapa
Dajjal. Pemuda itu akhirnya dicampakkan
ke dalam kobaran api yang disangkakan
oleh pengikut Dajjal adalah neraka,
padahal pemuda itu masuk syurga].

Dalam keadaan seperti itulah Allah Ta’ala
mengirimkan Isa a.s putera Maryam. Isa
turun di Manarah Baidha’ yang
terletak di sebelah timur Kota
Damaskus dengan memakai dua
pakaian yang dicelup. Dia meletakkan
tangannya di celah-celah sayap dua
malaikat. Jika Isa menundukkan
kepalanya, maka titik-titik air jatuh
darinya dan apabila mengangkat tegak
kepalanya, maka bercucurlah air darinya
seperti butir-butir mutiara yang jatuh.
Setiap orang kafir yang merasakan
hembusan nafasnya akan mati padahal
hembusan nafasnya menyebar sejauh
mata memandang. Isa mengejar Dajjal
sampai menemukannya di daerah Bab
Ludd dan membunuhnya di
sana. Kemudian Isa mendatangi suatu
kaum yang telah dijaga oleh Allah dari
kejahatan Dajjal. Isa mengusap wajah
mereka dan menerangkan kedudukan-
kedudukan mereka di syurga. Dalam
keadaan seperti itu Allah mewahyukan
kepada Isa a.s: “Sesungguhnya Aku telah
mengeluarkan hamba-hambaKu (manusia)
yang sangat kuat sehingga tidak ada yang
sanggup berperang melawan mereka.

Kerana itu, bawalah hamba-hambaKu
yang taat ke gunung Thur dan
berlindunglah di sana.”
Allah mengeluarkan Yakjuj dan
Makjuj. Mereka bergerak dengan
cepat dari segala arah. Kelompok
mereka yang berada di garis depan
melewati danau Thabariyah dan meminum
airnya. Ketika kelompok di garis belakang
tiba, mereka berkata: Sebelumnya danau
ini masih penuh dengan air.
Nabi Isa dan para pengikutnya dikepung.
Keadaan mereka semakin memprihatinkan
sehingga satu kepala lembu yang ada di
tangan mereka lebih berharga dari seratus
dinar yang ada di tangan kalian saat
ini. Nabi Isa a.s dan para pengikutnya
berdoa kepada Allah Ta’ala. Maka
Allah menjadikan ulat pada leher
Yakjuj dan Makjuj sehingga esoknya
mereka semua mati sekaligus.
Isa a.s dan para pengikutnya turun dari
gunung, tapi seluruh tempat di daerah
tersebut penuh dengan mayat dan
menyebarkan bau busuk yang menyengat.
Nabi Isa a.s dan para pengikutnya berdoa
kepada Allah Ta’ala, maka Allah
mengirimkan burung-burung besar
seperti leher unta yang mengambil
mayat-mayat bangsa Yakjuj dan
Makjuj dan melemparkannya di tempat-
tempat yang dikehendaki Allah. Lalu Allah
menurunkan hujan yang sangat deras dan
meliputi seluruh kota dan pendalaman
sehingga tanah menjadi bersih dan licin.
Kemudian dikatakan kepada bumi:
Keluarkanlah buahmu dan kembalikan
berkahmu.
Di masa itu sekelompok masyarakat boleh
memakan buah delima dan menggunakan
kulitnya untuk melindungi kepala dari
sengatan matahari. Susu pun menjadi
berkah sehingga susu seekor unta cukup
untuk diminum oleh sekelompok
masyarakat. Susu seekor lembu cukup
untuk diminum oleh satu kabilah (suku)
dan susu seekor kambing cukup diminum
oleh sekelompok keluarga besar. Dalam
keadaan seperti itu, tiba-tiba Allah
mengirimkan angin yang sangat
menyegarkan dan menghembus di bawah
ketiak mereka. Bersamaan dengan
hembusannya, Malaikat mencabut nyawa
setiap orang mukmin dan muslim,
sehingga yang tersisa di bumi adalah
orang-orang yang bergelumang dengan
dosa. Mereka biasa berzina di tempat
terbuka seperti keldai. merekalah yang
mengalami kejadian Hari Kiamat.
(Hadith Riwayat Muslim)

Kumpulan Lagu Rhoma Irama

www.4shared.com/folder/Nv44FsWy/Dangdut_O.html?locale=in#postAuthenticate=%7B%22eventName%22%3A%22notificatorPostAuthEvent%22%2C%22params%22%3A%7B%22entityType%22%3A%22folder%22%2C%22entityId%22%3A%22Nv44FsWy%22%7D%7D